Pijat telah ada selama ribuan tahun, namun mitos tentang pijat masih merajalela. Berikut ini beberapa mitos dan kesalahpahaman tentang pijat yang perlu kamu tau.
Mitos 1: Tanda pijatan yang baik adalah rasa nyeri keesokan harinya.
Faktanya: Rasa sakit bukanlah indikasi seberapa bagus pijatan tersebut.
Beberapa orang akan merasa sakit setelah dipijat pertama kali. Proses ini normal, namun bukan merupakan syarat untuk mendapatkan pijatan yang efektif. Tidak terasa pegal juga merupakan hal yang wajar. Namun jika Anda dipijat secara teratur, kemungkinan besar Anda tidak akan pegal keesokan harinya.
Mitos 2: Tidak perlu minum air setelah dipijat.
Fakta: Minum air setelah dipijat itu penting dan mengurangi rasa sakit.
Salah satu cara untuk meningkatkan peluang Anda agar tidak sakit keesokan harinya adalah dengan meningkatkan asupan air setelah pijat.
Mitos 3: Orang hamil tidak boleh pijat.
Fakta: Terapi Pijat Prenatal sangat aman di semua trimester kehamilan normal dan dapat memberikan manfaat bagi ibu dan bayi. Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Expert Review of Obstetrics and Gynecology mengamati ibu hamil yang mendapat terapi pijat prenatal secara rutin selama 5 minggu, mendapati lebih sedikit depresi dan kecemasan serta sakit punggung berkurang. Mereka juga mengalami penurunan kadar kortisol dan tingkat kelahiran prematur yang lebih rendah dibandingkan yang tidak.
Mitos 4: Tidak boleh mandi setelah pijat.
Fakta: Aman untuk mandi atau berendam setelah dipijat. Ini tidak akan membalikkan manfaat pijatan atau menyebabkan terlalu banyak sirkulasi darah. Mandi setelah dipijat adalah pilihan pribadi, bukan risiko kesehatan.
Pijat menggunakan minyak herbal aromatheray Nikisae dapat memaksimalkan manfaat dari pijat.

